ANDA PENSIUN???
Masa pensiun bisa
jadi merupakan masa yang menggembirakan bagi sebagian orang, namun bisa juga
menjadi masa yang penuh kegelisahan bagi sebagian lainnya. Mungkin banyak dari
Anda yang bertanya, apa sih yang dimaksud dengan masa pensiun? Gampang saja,
kok, masa pensiun adalah masa dimana kita bisa berhenti bekerja dan tentu saja
berhenti mendapatkan penghasilan dari pekerjaan yang biasa kita tekuni.
Nah, apabila
seseorang telah mempunyai cukup uang untuk membiayai kebutuhan-kebutuhannya di
masa pensiun, tentu ini akan sangat menggembirakan. Bayangkan, kebutuhan bisa
tetap tercukupi tanpa harus bekerja lagi. Waktu dan tenaga yang biasanya
dihabiskan untuk bekerja dapat digunakan untuk beristirahat atau melakukan
hal-hal yang menjadikan kegemaran kita. Tetapi sebaliknya, bila pada masa
pensiun, seseorang tidak atau belum mempunyai cukup uang untuk membiayai
hidupnya, maka yang terjadi bukannya bersantai, melainkan gelisah mencari cara
supaya bisa tetap hidup. Betul, kan?
Banyak orang,
terutama yang bekerja sebagai pegawai, merasa optimis bahwa dirinya akan bisa
menikmati masa pensiun secara menyenangkan.
“Perusahaan saya,
kan punya dana pensiun untuk saya nanti, buat apa saya mesti pusing-pusing
mikirin persiapan uang pensiun…,” begitu komentar sebagian dari mereka.
Benar, setiap orang
tentu ingin mengalami masa pensiun yang menyenangkan dan bukannya
menggelisahkan. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang menyediakan dana
pensiun untuk karyawan yang telah bekerja keras selama ini, sehingga mereka
bisa pensiun dengan tenang.
Tapi, pernahkah
Anda menghitung berapa jumlah Dana Pensiun yang akan Anda dapatkan kelak dari
perusahaan? Bila ya, pernahkah Anda menghitung berapa sebenarnya kebutuhan
hidup Anda setelah pensiun kelak? Dan pernahkah Anda membandingkan keduanya,
sehingga Anda mengetahui apakah uang pensiun Anda cukup atau tidak untuk
membiayai hidup Anda?
Yang sering
terjadi, jarang orang mencoba mencari tahu apakah uang pensiunnya cukup untuk
membiayai kehidupan masa pensiunnya kelak. Mereka hanya menggantungkan uang
pensiun dari perusahaan sebagai sumber biaya hidup di masa pensiun. Padahal,
hanya dia sendiri yang tahu persis berapa kebutuhan hidupnya setelah pensiun,
bukan perusahaan.
Oleh sebab itu,
sangat penting untuk mengetahui apakah uang pensiun Anda cukup atau tidak
sebagai gantungan hidup Anda kelak. Bila cukup, mungkin tidak jadi masalah.
Tapi bila tidak, maka Anda, mau tak mau, harus menambahnya sendiri, sehingga
kelak terkumpul cukup dana untuk membiayai kehidupan pensiun Anda.
DUA CARA MENAMBAH
DANA PENSIUN
Sebelumnya, kita
sudah menyinggung perlunya menambahkan sendiri dana pensiun bila ternyata
nantinya, setelah dihitung, Uang Pensiun yang Anda terima dari perusahaan tidak
cukup untuk membiayai kehidupan pensiun Anda. Lalu, bagaimana cara menambahkan
sendiri dana pensiun Anda? Secara garis besar, ada 2 cara yang bisa Anda
lakukan:
1.
Membuka usaha sampingan
2.
Menabung secara rutin
Kita akan membahas
untung-rugi setiap dari alternatif cara tersebut satu-persatu:
Membuka usaha
sampingan, intinya adalah menambah penghasilan di luar pekerjaan, sehingga
hasil dari usaha sampingan ini bisa digunakan sebagai tambahan dana untuk
membiayai kehidupan pensiun. Membuka usaha sampingan bisa sangat menguntungkan,
karena biasanya dengan membuka usaha, bisa didapat hasil yang besar dalam tempo
yang lebih cepat.
Namun perlu
diingat, keberhasilan tersebut bisa didapat hanya dengan pengelolaan yang baik
dan konsentrasi penuh. Hal yang kedua inilah yang sulit didapat, mengingat Anda
masih terikat pada pekerjaan. Seringkali seseorang terlalu fokus pada pekerjaan
sampingannya, sehingga pekerjaan utamanya malah jadi terbengkalai. Ini tentunya
malah bisa menimbulkan kondite buruk yang dapat menghambat karier Anda dan juga
menghambat penghasilan dari pekerjaan utama.
Membuka usaha
sampingan juga tidak lepas dari risiko, terutama risiko finansial. Tidak
tertutup kemungkinan, usaha sampingan juga bisa merugi. Kalau itu yang terjadi,
bukannya tambahan dana untuk biaya pensiun yang didapat, tapi bisa-bisa dana
untuk biaya hidup sekarang pun habis untuk nombok. Tapi, bukan berarti Anda
tidak boleh membuka usaha sampingan untuk mempersiapkan pensiun Anda, lho. Anda
tetap bisa membuka usaha sampingan untuk mempersiapkan pensiun, asal siap
dengan segala konsekuensi yang akan Anda hadapi.
3.
Menabung Secara Rutin
Alternatif kedua
ini relatif lebih mudah daripada yang pertama. Anda bisa menyisihkan sebagian
uang dari penghasilan rutin untuk dimasukkan ke dalam tabungan. Nantinya,
tabungan tersebut akan berkembang terus hingga mencapai jumlah yang cukup
besar.
Keuntungan dari
menabung ini adalah Anda tidak perlu mengorbankan waktu dan pikiran, sehingga
bisa tetap berkonsentrasi ke pekerjaan utama Anda. Dengan tetap berkonsentrasi
pada pekerjaan utama, kinerja Anda pun bisa semakin baik, dan otomatis
penghasilan juga bisa membaik. Jadi, Anda mendapatkan keuntungan ganda: karier
dan penghasilan yang semakin baik, serta penghasilan dari terus berkembangnya
tabungan. Namun, bukan berarti menabung tidak ada kelemahannya. Kelemahannya,
dengan menabung, berarti jangka waktu Anda mengumpulkan dana tersebut bisa
lebih panjang daripada membuka usaha sampingan. Tak perlu khawatir, kelemahan
ini bisa diatasi dengan mulai menabung sejak dari sekarang.
KEBUTUHAN HIDUP DI
MASA PENSIUN
Mungkin Anda pernah
berkata, “Kalau saya pensiun nanti, biaya hidup saya pasti akan turun. Saya,
kan nggak neko-neko.” Pendapat tersebut ada benarnya, namun tidak seluruhnya
benar. Neko-neko atau tidak, pada masa pensiun, akan ada perubahan jumlah biaya
untuk setiap pos pengeluaran Anda. Dan karena Anda sudah tidak bekerja lagi,
maka besar kemungkinan biaya transportasi serta busana dan asesoris akan
menurun jumlahnya.
Sebaliknya, karena
usia Anda saat itu sudah beranjak tua, biaya kesehatan biasanya akan meningkat
pesat. Biaya untuk hobi dan hiburan juga meningkat, seiring makin banyaknya
waktu luang yang Anda miliki. Sedangkan pos belanja pribadi, telepon, air, dan
listrik biasanya cenderung tetap. Dari perkiraan naik dan turunnya biaya setiap
pos pengeluaran ini, Anda bisa menghitung sendiri berapa kira-kira kebutuhan
hidup Anda nanti setelah pensiun.
CARA MUDAH,
MENABUNG SECARA RUTIN
Menabung secara
rutin bisa menjadi alternatif mendapatkan tambahan uang pensiun secara mudah.
Cukup dengan menyisihkan sebagian dari penghasilan setiap bulan, maka di
kemudian hari, Anda bisa memetik hasilnya. Memang, tak bisa dipungkiri bahwa
menabung merupakan alternatif yang memakan waktu lebih lama daripada membuka
usaha. Oleh karena itu, kita bisa menyiasatinya dengan cara menabung sedini
mungkin, yaitu mulai dari sekarang. Apabila Anda menabung sendiri, maka Anda
harus bisa memperkirakan jangka waktu tabungan dan besarnya tingkat hasil yang
didapat (return), agar bisa mendapatkan hasil tabungan yang bisa mencukupi
kebutuhan dana pensiun Anda kelak.
Seringkali, orang
menganggap remeh menabung secara rutin, apalagi dalam nominal kecil. Seratus
ribu atau duaratus ribu per bulan, misalnya. Tapi, percaya atau tidak, pepatah
lama “Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit” itu memang terbukti. Cukup
dengan, misalnya uang Rp 500 ribu per bulan, Anda bisa mendapatkan sejumlah
uang yang cukup besar setelah jangka waktu tertentu. Berikut ini ada ilustrasi
jumlah yang akan Anda dapatkan apabila Anda menabung sebesar Rp 500 ribu per
bulan selama 15 tahun, dengan asumsi tingkat suku bunga atau hasil tertentu.
TABEL:Jangka waktu
15 tahun Setoran tabungan:Rp 100 ribu/bulan ASUMSI TINGKAT HASIL (return) per
tahun
1.
10 % =Rp. 41.792.427
2. 15 % =Rp.
67.686.309
3. 20 % =Rp.
113.429.490
Dengan asumsi bunga
berbunga bulanan
Dari ilustrasi di
atas, Anda bisa melihat bahwa bila Anda menabung rutin Rp 500 ribu tiap bulan
ke dalam, katakanlah, produk investasi di bank dengan suku bunga 10 persen per
tahun, maka setelah 15 tahun, uang Anda akan menjadi sekitar Rp 200 juta lebih.
Bila Anda menabung dengan tingkat hasil 15 persen, uangnya menjadi Rp 338 juta
lebih, dan bila tingkat hasilnya 20 persen, jumlah uangnya akan menjadi hampir
Rp 567 juta lebih. Padahal, total setoran Anda selama 15 tahun tersebut hanyalah
sebesar Rp. 500.000 X 12 bulan x 15 tahun = Rp 90 juta. Luar biasa, bukan?
Hanya dengan menabung Rp 90 juta, Anda bisa mendapatkan hasil investasi yang
banyak sekali.
Jadi, tunggu
apalagi? Menabunglah dari
sekarang untuk masa pensiun Anda.



Komentar
Posting Komentar